
LAMPUNG SELATAN- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Perdagangan Budi Santoso, menghadiri Rembuk Tani di Lapangan Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah berkomitmen mencapai swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan sejahtera petani melalui perbaikan tata kelola pupuk dan harga gabah.
Ia menyampaikan, pemerintah dibawah pemimpin Presiden Prabowo Subianto menaruh berpihak tulus kepada petani. Salah satu langkah konkret ialah memastikan distribusi pupuk tepat waktu dengan meningkatkan volume alokasi nasional dari 6 juta ton jadi 9,5 juta ton.
Menurutnya, akses pupuk mudah berdampak meningkatkan produktivitas. Petani kini dapat memperoleh pupuk sebelum masa tanam, tingkat serapan pupuk meningkat hampir 50 persen, dan produksi beras naik sekitar 8 persen dari 30 juta ton jadi 32,4 juta ton.
“Tahun 2025, kita berhasil surplus produksi sekitar 4,2 juta ton. Artinya, kita sudah tak lagi bergantung impor beras. Ini ialah langkah awal menuju swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Menko Pangan.
Selain itu, pemerintah juga membenahi kebijakan harga gabah. Pemerintah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram tanpa potongan kualitas.
“Pemerintah memastikan pupuk tersedia tepat waktu. Petani jangan merugi karena merekalah ujung tombak pangan nasional,” ujarnya.
Guna upaya memutus bergantung petani terhadap tengkulak, ia memastikan program Koperasi Desa Merah Putih menjadi pusat ekosistem ekonomi desa yang akan mengelola distribusi pupuk, pembelian gabah petani dengan harga standar, hingga penyaluran bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan.
“Koperasi Desa Merah Putih akan jadi pusat pertumbuhan ekonomi. Jika harga gabah di pasar anjlok, koperasi akan membeli hasil panen petani. Selain itu, kami sediakan fasilitas pinjaman bunga rendah 6 persen via BRILink, serta dukungan alat mesin pertanian, seperti truk, hand tractor, dan bentor,” jelasnya.
Sekdaprov Marindo hadir dalam acara itu juga jadi komitmen Pemprov Lampung mendukung terwujud swasembada pangan nasional melalui menguatkan sektor pertanian dan meningkatkan sejahtera petani.
Pemprov Lampung siap bersinergi dengan pemerintah pusat mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis, terutama sediaan pupuk, stabilitas harga gabah, dan menguatkan kelembagaan petani di desa.
Lewat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemprov Lampung optimistis target swasembada pangan dapat tercapai berkelanjutan, sekaligus menjadikan pertanian pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. (Adpim)